Ditres Narkoba Polda Jabar Ungkap Home Industri Obat Keras Illegal

Reporter: Ended Rohendi | Rabu, 28 Juli 2021 | 15:24 WIB

DAMARNEWS.COM

BANDUNG, - Ditres Narkoba Polda Jabar berhasil ungkap kasus home industri obat keras Ilegal.

" Hari ini Direktorat Narkoba Polda Jabar sekian kalinya kembali merilis terkait pengungkapan masalah khususnya home industri obat keras ilegal. " Ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago Didampingi Wadir Narkoba AKBP Nuredy irwansyah Putra, SH, S.Ik, MH kepada awak media pada konferensi pers di Mapolda Jabar, Rabu (28/07/2021).

Dikatakan kabid humas Polda Jabar, beberapa waktu lalu Ditresnarkoba berhasil mengungkap 5 kasus serupa seperti yang terungkap di Lembang dan Tasik, namun yang satu ini tidak ada kaitannya dengan kasus sebelumnya.

Erdi mengatakan, "dari hasil penyelidikan, Ditres Narkoba berhasil melakukan penggerebekan sebuah home industri yang berlokasi di Jalan Gunung Kinibalu Kelurahan Pasirkaliki kecamatan Cimahi utara pada 22 Juli 2021".

Atas pengungkapan ini, lanjut Erdi Polisi berhasil mengamankan 1 orang berinisial YH, kemudian ada 2 orang masih DPO.

“Untuk tersangka YH ini adalah pemilik dari home industri, Kemudian yang DPO berinisial M selaku pemasok bahan bakunya sebelumnya YH sudah pernah divonis dengan masalah yang sama ,” ungkapnya.‎

Erdi menjelaskan, "Pada kasus tersebut Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa bahan baku, jutaan butir obat siap edar, dan mesin produksi dari tersangka YH".

“Barang bukti yang sudah kita amankan berupa mesin dan alat, kemudian bahan baku diantaranya tepung tapioka, satu plastik bahan aktif, magnesium, dua kaleng pewarna obat, empat bungkus gelatin,” jelasnya.‎

“Lalu ada juga penyitaan, jumlahnya 25 ribu obat merek profertil, 42 butir Nizoral, dan 2,8 juta butir obat berlogo LL, total nilai barang tersebut 2,8 Milyar”. ‎ungkapnya.

Saat ini, pihak kepolisian sedang memburu dua orang yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Mereka berperan sebagai penyuplai dan penjual obat-obat palsu yang diproduksi oleh YH.

Erdi meminta, para DPO untuk segera menyerahkan diri secepat mungkin.‎

‎ “Kemudian ada dua orang yang akan kita jadikan tersangka namun pada saat sekarang masih DPO, inisal M yang memasok bahan baku dan A sebagai marketing,” ucap Erdi.‎

“Untuk DPO dua orang, Diminta segera menyerahkan diri,” tegasnya.

Atas kasus tersebut, tersangka dikenakan undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, meliputi pasal 196 dan 197 dan dipenjara paling lama 15 tahun serta denda paling banyak 1,5 M.

Kabid Humas Polda Jabar mengimbau , "kepada masyarakat untuk dapat secara bijak dalam melakukan pembelian obat. Masyarakat diminta untuk membeli obat di toko-toko resmi untuk menghindari obat-obatan palsu. Pasalnya, obat-obatan palsu tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh masyarakat".‎

“Ternyata, di Jawa Barat ini banyak produksi obat-obatan ilegal yang nantinya memberikan keuntungan yang besar, obat-obatan ini sangat membahayakan, kami mengimbau tolong berhati-hati dalam mencari obat, belilah di agen-agen resmi, jangan tergiur dengan harga yang murah,” tandasnya.‎

Rohendi

Bagikan melalui: