Sektor 22 Dipimpin Kolonel Eppy Gustiawan Lakukan Sosialisasi Percepatan Pencapaian Open Defication Free

Reporter: Ended Rohendi | Rabu, 7 April 2021 | 21:11 WIB

DAMARNEWS.COM

KOTA BANDUNG - Dalam rangka program citarum harum dan percepatan pencapaian open defication free (ODF), Sektor 22 Citarum Harum melakukan sosialisasi kepada Warga Kelurahan Suka Asih Kec. Bojongloa Kaler Kota Bandung. Selasa (6/4/2021).

"Rangkaian program citarum harum sudah berjalan sekitar 3 tahun lebih, kita berharap peran serta masyarakat untuk sama - sama mendukung serta partisipasi untuk turun langsung kepada persoalan yang ada". Kata Dansektor 22 Kol. Inf. Eppy Gustiawan kepada wartawan.

Menurut Dansektor, kegiatan tersebut diperlukan dengan adanya campur tangan warga masyarakat, karena kita tidak bisa bekerja sendiri tapi punya fungsi terkait dengan dibantu kewilayahan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kecamatan yang bersama sama secara kolaborasi, hal tersebut yang sering dilakukan di setiap kewilayahan.

"Kita lakukan secara berkolaborasi dengan kewilayahan yang ada untuk  melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat". Tutur Dansektor.

Dansektor berharap, Program citarum harum harus benar benar bisa dirasakan oleh masyarakat terhadap aspek aspek terkait fungsi masalah lingkungan.

"Mereka harus merasakan terhadap aspek aspek fungsi masalah lingkungan". Harap Eppy.

Untuk Percepatan ODF, Eppy menjelaskan, sudah menjadi hal yang pokok dan prioritas. Karena untuk menuju bandung sehat tentunya perlu target terkait ODF tersebut, jangan sampai membuang tinjanya sendiri tidak paham, maka perlu adanya kesadaran warga dan komitmen.

"Saat ini Pemerintah Kota Bandung sudah membuat komitmen dan satgas percepatan ODF. Hal ini dilakukan untuk mendukung Kota Bandung 100 Persen bebas ODF". Jelasnya.

Sementara itu, Camat Bojongloa Kaler Ayi Sutarsa menyebutkan, bahwa berdasarkan data yang ada diwilayah Kelurahan Suka Asih ada 7000 lebih Kepala keluarga, sedangkan yang sudah ODF hanya 2000 Kepala Keluarga lebih.

"Artinya baru 35% yang sudah ODF di wilayah suka asih dan masih banyak yang belum. Jadi perlu adanya kesadaran masyarakat untuk mendukung tercapainya100% ODF". Katanya.

Berbicara pembanguan Septik Tank Komunal, Camat menjelaskan, di wilayah suka asih terkendala dengan lahan dan saluran untuk menyambungkan dari rumah ke septik tank komunal sangat sulit karena tidak ada salurannya.

"Lahan di wilayah suka asih sebagai syarat untuk membangun septik tank komunal tidak ada. Maka sangat sulit dalam penyelesaian masalah ODF". Jelas Ayi.

Untuk itu, lanjut Camat, dalam rangka mendukung 100% ODF maka solusinya dengan cara membangun kesadaran masyarakat karena hal ini untuk kepentingan kita bersama.

"Solusinya dengan cara membangun kesadaran masyarakat, untuk membuat septik tank nya di rumah masing masing". Pungkas Camat. (*)

Bagikan melalui: