Narasumber Kegiatan Seminar, Kolonel Eppy Gustiawan : Paradigma Masyarakat Yang Kurang Peduli Terhadap Kebersihan Lingkungan dan Perlunya Tingkat SDM Aparat Kewilayahan

Reporter: Ended Rohendi | Kamis, 8 April 2021 | 19:47 WIB

DAMARNEWS.COM

BANDUNG - Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P., (Dansektor 22 Citarum Harum) jadi narasumber pada kegiatan seminar Peningkatan Kapasitas SDM Aparat Kewilayahan, dalam penanganan pengaduan lingkungan hidup di Kota Bandung, yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, bertempat di Hotel Grandia Cihampelas, Kamis (8/04/2021).

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengendalian dan pelestarian lingkungan hidup sebagai ereksitas dari arus Program Citarum Harum berlandaskan pada Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2018, bertujuan untuk meningkatkan kualitas air sungai yang bersih dan sehat.

Kolonel Eppy Gustiawan memaparkan kendala yang ada di Sektor 22 Citarum Harum, suatu maslah yang muncul akibat rendahnya paradigma masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, didorong oleh kurangnya tingkat pelayanan pengendalian pencemaran air limbah terhadap pemantauan dilapangan.

Dikatakannya, bahwa munculnya satgas Citarum Harum dengan eksekutor pasukan TNI, karena yang dihadapi adalah tingkat kerusakan yang kronis berupa pencemaran sungai, sebagai penyelamatan alam dengan program Operasi Militer Selain Perang.

Perlunya peningkatan SDM aparat kewilayahan merupakan kompetensi sumber daya manusia terhadap pengendalian pencemaran lingkungan, yang respek terhadap tingkat pengaduan lingkungan hidup dari pihak manapun.

Kompetensi sumber daya manusia yang handal dan harus dimiliki pegawai yakni : Mengerti apa yang harus dilakukan. Memiliki kemampuan dalam membangun The Winning Team. Mampu mengelola secara mandiri. Mampu bekerja dengan pihak-pihak lain dan Memusatkan pada hasil.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, memuncak pada bidang pengendalian dan pelestarian lingkungan hidup. Berupa pelayanan pengendalian pencemaran air. Pelayanan pengendalian pencemaran udara dari sumber tidak bergerak.

Pelayanan informasi status kerusakan lahan atau untuk produksi biomassa dan Pelayanan tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.

Jika realisasi tidak tercapai optimal, ada indikasi dari rendahnya kapasitas sumber daya manusia pada bidang Pengendalian dan Pelestarian Lingkungan sebagai leading sektor pelaksanaan pengawasan pencemaran lingkungan.

Hal ini bisa terjadi, yaitu kendala kompetensi SDM masih belum merata sehingga beban kerja hanya dipikul oleh beberapa leader saja, maka akan berdampak pada sebuah bencana besar jika dibiarkan.

Untuk mewujudkan karakter air sungai yang bersih dan sehat, Satgas Citarum Harum sektor 22 siap mengawal pada kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung, dengan tujuan jika tuntas tugas satgas maka sudah terbentuk jejak Program Citarum Harum di setiap kewilayahan.

Adanya ketidakseimbangan antara sumber daya lingkungan dan ekosistem, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung bergerak membentuk Peningkatan SDM Aparat Kewilayahan, dalam penanganan pengaduan lingkungan hidup di Kota Bandung. (*)

Bagikan melalui: