Dansektor 22 Lakukan Do'a Bersama Awal Pembangunan Septick Tank Komunal Kelurahan Karasak

Reporter: Ended Rohendi | Rabu, 19 Mei 2021 | 19:28 WIB

DAMARNEWS.COM

KOTA BANDUNG -Dansektor 22 Citarum Harum melakukan doa bersama sebagai tanda awal pembangunan Septik Tank Komunal di Wilayah Kelurahan Karasak, kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. Rabu (19/5/2021).

Kegiatan di hadiri Camat Astanaanyar, Anggota DPRD Komisi B Asep Mulyadi, para ketua RW, tokoh masyarakat dan KSM Berseka 2.

Kegiatan tersebut dalam rangka guna memaksimalkan sistem pengolahan air limbah terpusat yang berskala lingkungan dengan tujuan sebagai upaya mewujudkan kualitas air tanah serta terciptanya sungai yang bersih bebas limbah tinja manusia dan mendukung program pemerintah kota Bandung menuju ODF 100%.

Lurah Karasak A.Sopuan menyampaikan, Pembangunan IPAL Komunal merupakan bantuan dari kementerian PUPR senilai 500 juta sebagai program sanimas citarum harum.

"Kelurahan karasak saat ini ODF nya baru mencapai 2% namun dengan adanya pembangunan ipal komunal ini naik menjadi 4,7 % , meski jauh dari harapan dan target namun kita tetap berupaya". Ungkapnya.

Sementara itu, Kol. Inf. Eppy Gustiawan selaku Dansektor 22 Citarum Harum mengatakan, pembanguan septick tank komunal merupakan program sanimas citarum harum yang bertujuan untuk menjadikan sungai bersih sehingga menjadikan Bandung kota sehat.

"Tugas satgas citarum harum menormalkan sungai, serta menjadikan sungai sebagi sumber kehidupan. Kita harus peduli terhadap lingkungan". Katanya.

Menurut Eppy, Limbah manusia merupakan limbah persoalan pribadi bukan persoalan pemerintah.

"Maka kita harus saling peduli terhadap lingkungan". Tuturnya.

Eppy berharap, dengan adanya program ini, kepada warga masyarakat kedepannya tidak lagi Bung Air Besar (BABS). Kepada masyarakat yang mampu untuk membangun septik tanknya secara mandiri, Kita ciptakan ekosistim sungai agar bisa hidup kembali.

"Kita harapkan Bandung menjadi kota sehat dengan merubah mindset masyarakat untuk tidak membuang tinjanya ke sungai sehingga sungai menjadi bersih " . Harapnya.

Ia berpesan, Setelah IPAl di bangun, masyarakat sekitar bisa merawat serta memelihara agar IPAL dapat di rasakan dalam waktu yang cukup lama.

"Perlu adanya edukasi dari kewilayahan dan peran masyarakat untuk pemanfaatan dan pemeliharaan dari IPAL ini". Pesannya.

Ditempat yang sama, Camat Astanaanyar Drs.Syukur Sabar mengatakan, "kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan mengucapkan terima kasih kepada Dansektor 22 Citarum harum". Katanya.

Ia berharap, agar warga masyarakat untuk tidak membuang limbah tinja ke sungai, karena dapat menyebarkan penyakit terutama bakteri ecoly. Dengan dibangunnya Septik tank komunal dapat mengatasi permasalahan tersebut.

"Seluruh masyarakat yang mampu diharapkan agar membuat septik tank secara mandiri sedangkan untuk masyarakat yang menggunakan septik tank komunal secara bersama agar menjaganya, Karena kita semua bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan". Pungkasnya.

Anggota Dewan DPRD kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan," pemerintah memberikan stimulus untuk membantu mengurangi tingkat pencemaran sungai.

"Saya berharap pemerintah pun menjadi contoh tauladan buat masyarakat nya". Ucap Asep.

Pembangunan ipal Komunal yang di laksanakan dengan swakelola oleh kelompok swadaya Masyarakat (KSM) Berseka 02 yang di pimpin Engkun , ipal komunal ini akan menampung sekurang nya 120 Kepala Keluarga.

Engkun mengatakan ," Pembangun harus bekerja bersama & Sama karena persoalan ini merupakan persoalan kita bersama , baik dalam pembangunan nya maupun perawatan nya kedepan , " Pungkas nya. (*)

Bagikan melalui: