Lagi lagi Terjadi Adanya Diskriminasi Kepada Wartawan Pada Saat Peliputan yang Dilakukan Oknum Security PT Global Hantama Jaya

Reporter: Administrator | Rabu, 16 Juni 2021 | 20:20 WIB

DAMARNEWS.COM

KAB. TANGGERANG, - Pada saat awak media penajournalis melakukan liputan di pabrik PT Global yang di komandoi Pemuda Masyarakat setempat untuk penolakan LPK (lembaga pelatihan kerja) Yayasan yang memotong upah gaji Buruh yang mayoritas adalah warga sekitar.

Pada saat salah satu dari team Media mencoba ijin kepada Security untuk masuk mewawancarai dari pihak PT terkait Demo tersebut pada saat itu terjadi cekcok antara security dan wartawan karena security tersebut langsung mendorong wartawan keluar dengan Sadis.

Kordinator Security yang berinisial Dn mencoba klarifikasi tentang kesalahan yang dilakukan anggotanya dilapangan dikarenakan notabene Security tersebut adalah keluarga Sekdes Desa Caringin kami dari pihak Media apresiasi dan di anggap permasalahan tersebut selesai.

Selang beberapa jam kordinator Security Dn posting status menampilkan gambar para awak media dan menuliskan kata-kata yang menyinggung para wartawan korlip banten dari salah satu media mencoba konfirmasi kepada Dn selaku pemasang Status WhatsApp tersebut dia mengatakan tulisan tersebut Adalah nasehat untuk dirinya.

Jelas apa yang sudah dilakukan oleh oknum Security tersebut membuat peranggapan permasalahan ini belum selesai dari Team Media yang pada saat itu melakukan liputan di Pt Global sepakat akan melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum.

Pada 13 juni di kafe pujasera Legok Dn yang mengaku manager kordinator security meminta ketemuan di kafe pujasera untuk klarifikasi Dn didampingi temanya berjumlah tiga orang Dn sempat menyebutkan permohonan maaf atas kesalahannya, " ya sudah saya orang Lapangan saya mengerti Bang sebutkan saja berapa angka yang abang-abang minta ", ucap Dn.

Sampai endingnya tidak ada kesepakatan Damai diantara Pihak Security dan Pihak Media dikarenakan adanya penyebutan angka Nominal yang disebutkan Dn.Team media mencoba menghubungi pimpinan redaksi via seluler dan lanjut berbicara kepada Dn via tlfn Dn mengaku dirinya dari organik kepada pimpinan redaksi dan tetap belum ada titik kesepakatan damai team Media menolak karena adanya penyebutan angka.adapun Pihak media menawarkan iklan saja untuk bermitra agar terjalin hubungan Baik Dn menyebutkan silahkan kalau tidak ada klarifikasi saya pasang badan ", pungkasnya.

Adapun sanksi kepada pelaku tersebut melanggar UU Pers Adapun ketentuan sanksi terlampir pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, BAB VII Ketentuan Pidana.

Pasal 18 ayat (1) disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE berbunyi sebagai berikut :

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Ketentuan pada ayat ini mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan/atau fitnah yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”).[1].

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.[2] Ketentuan ini merupakan delik aduan.

(Muhtadin/Edi/Jefri/Ended)

Bagikan melalui: