Give blood and keep the world beating" Apikes Bandung Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat : Donor Plasma Konvalesen & Donor Darah di PMI Kota Bandung

Reporter: Minda Kusumah | Jumat, 9 Juli 2021 | 21:01 WIB

damarnews.com - Pengabdian kepada masyarakat LPPM Apikes Bandung di PMI Kota Bandung, Jum'at (09/07/2021)

DAMARNEWS.COM

BANDUNG, - Apikes Bandung mendorong para penyintas COVID-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. Dari civitas akademika Apikes Bandung, ada penyintas COVID-19 yang melakukan donor plasma di PMI Kota Bandung.

Direktur Apikes Bandung, Dra.Hj. Tiny Rahayu, M.Si., M.Kes., mengatakan telah merangkul penyintas COVID-19 dari civitas akademika Apikes Bandung untuk mengikuti program tersebut. Dorongan tersebut dilakukan karena tingginya angka kematian akibat COVID-19. Donor plasma konvalesen dinilai menjadi salah satu solusi untuk menyembuhkan pasien.

"Masalahnya pendonor plasma ini masih langka. Padahal ini sangat membantu penyembuhan pasien COVID-19. Makanya kita dorong civitas akademika yang sembuh dari COVID-19 untuk donor plasma," kata Dra.Hj. Tiny Rahayu, M.Si., M.Kes., saat ditemui awak media di PMI Kota Bandung, Jumat (09/07/2021).

Sementara itu, Direktur Apikes Bandung Dra.Hj. Tiny Rahayu, M.Si., M.Kes mengatakan bekerja sama dengan PMI Kota Bandung dalam pelaksanaan donor konvalesen. Proses pengambilan plasma darah dan pendistribusiannya akan dilakukan oleh PMI Kota Bandung. "Proses pengambilannya kan pakai alat khusus, plasmapheresis, itu adanya di PMI. Kita hanya mendata dan mendorong untuk mendonorkan plasma," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, memang ada syarat-syarat agar plasma darah bisa digunakan untuk penyembuhan pasien COVID-19. PMI akan melakukan screening terlebih dahulu terhadap calon pendonor. "Pendonor harus diswab lagi, harus dipastikan negatif. Imunoglobulinnya juga harus tinggi, kalau nggak ya nggak ada artinya. Ada beberapa persyaratan yang nanti diatur PMI," ujarnya.

Waktu pengambilan plasma yang terbaik ialah sebelum waktu tiga bulan pasca sembuh. Setelah tiga bulan, biasanya imunoglobulin dalam plasma darah sudah berkurang.

"Biasanya waktunya tiga bulan. Setelah tiga bulan imunoglobulin sudah berkurang. Tapi memang ada yang masih kuat, tergantung kondisinya," kata Direktur Apikes Bandung.

Wisnu Gandana Affandy, S.AP., mengatakan mengingat kasus Covid-19 meningkat, tergerak donorkan plasma darah. Plasma konvalesen adalah cairan darah dari penyintas COVID-19 yang mengandung antibodi yang dapat melawan virus SARS-CoV-2. Selain donor plasma, Apikes Bandung juga rutin menggelar donor darah saat pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan untuk memenuhi stok darah di PMI Kota Bandung yang menurun selama pandemi.

Sementara itu, Apikes Bandung juga menggerakkan civitas akademika yang bukan penyintas untuk melakukan donor darah rutin untuk memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Kota Bandung.

Direktur Apikes Bandung Dra.Hj. Tiny Rahayu, M.Si., M.Kes., mengatakan satu tetes darah adalah hal yang sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan. Tak heran, donor darah dinilai sebagai aktivitas yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi. Apabila ditinjau dari segi medis, donor darah bahkan terbukti dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh orang yang melakukannya.

Ya, donor darah tak hanya berharga bagi mereka yang membutuhkan. Aktivitas positif ini juga mampu membuat orang yang melakukannya secara rutin merasakan manfaat sehatnya, ujarnya.

Beberapa manfaat yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Menurunkan risiko penyakit jantung Penderita darah kental lebih berisiko terkena penyakit jantung. Sebab, bentuk darah yang kental meningkatkan kemungkinan terjadinya gesekan antara darah dan pembuluh darah. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, dinding pembuluh darah jantung akan rusak sehingga menyebabkan gangguan pada jantung. Bagi pendonor yang memiliki darah kental, aktivitas donor darah yang dilakukan secara rutin mampu menurunkan risiko penyakit jantung di masa mendatang.

2. Membuang zat besi yang berlebihan Zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk sel darah merah. Namun, apabila jumlahnya berlebihan, zat besi akan menumpuk di pembuluh darah, liver dan jantung. Kondisi tersebut bisa dicegah dengan melakukan donor darah secara rutin. Sebab, aktivitas tersebut dapat “membuang” zat besi berlebih di dalam tubuh sehingga jumlahnya lebih stabil.

3. Menurunkan risiko kanker Tubuh dengan kadar zat besi terlalu tinggi lebih mungkin dihinggapi oleh radikal bebas. Kondisi ini membuat tubuh rentan terkena penyakit, tak terkecuali kanker. Dengan melakukan donor darah secara rutin, kondisi tersebut bisa teratasi. Karena seperti yang telah disampaikan, donor darah mampu mencegah penumpukan zat besi dan membuat kadarnya lebih stabil.

4. Menurunkan berat badan Jika dalam program menurunkan berat badan, cobalah lakukan donor darah secara rutin. Fakta menyebutkan bahwa donor darah rutin yang dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang dan olahraga secara teratur lebih efektif dalam menurunkan berat badan.

Raden Minda Kusumah, M.M., mewakili Dosen Tetap Apikes Bandung mengatakan, bahwa donor darah rutin menyehatkan badan dengan diimbangi pola hidup sehat. Terbukti ia jarang sakit dan hidup sehat. Makanya ia rutin donor darah di PMI untuk membantu sesama yang membutuhkan darah.

Alhamdulillah hari ini sudah 24 kali ia mendonorkan darahnya, semoga berkah. Aamiin YRA...(*)

Bagikan melalui: