RAKORWIL BEM-PTMA ZONA III 2026 Digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat

Reporter: Administrator | 15 jam lalu

Bandung - Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM-PTMA) Zona III Tahun 2026 sukses diselenggarakan pada 12–15 Februari 2026 di kampus Universitas Muhammadiyah Bandung.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini dihadiri oleh delegasi BEM dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Zona III. RAKORWIL menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi, menyatukan visi gerakan, serta merumuskan langkah konkret mahasiswa Muhammadiyah dalam merespons dinamika sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Bandung, Muhammad Tazzaka Akhsan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan RAKORWIL merupakan momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.

“RAKORWIL ini bukan sekadar agenda koordinasi, tetapi ruang konsolidasi ide dan gagasan. Kami ingin BEM-PTMA Zona III menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda utama, di antaranya Opening Ceremony, Sidang Pleno Wilayah, Focus Group Discussion (FGD) isu strategis, Workshop Kepemimpinan Mahasiswa, serta Perumusan dan Penetapan Rekomendasi Wilayah Tahun 2026.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, meliputi penguatan kualitas pendidikan tinggi, peran mahasiswa dalam advokasi kebijakan publik, penguatan ekonomi kerakyatan, serta optimalisasi transformasi digital di lingkungan kampus.

RAKORWIL ditutup pada 15 Februari 2026 dengan pembacaan rekomendasi wilayah serta deklarasi komitmen bersama seluruh delegasi untuk menjaga soliditas dan kesinambungan gerakan mahasiswa Muhammadiyah di Zona III.

Melalui kegiatan ini, diharapkan BEM-PTMA Zona III mampu memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, serta mitra strategis dalam pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.

(Roh)

Bagikan melalui: